Sabtu, 02 Februari 2013

OBAT HIPERTENSI = MAHKOTA DEWA

HIPERTENSI dapat diobati dengan Mahkota Dewa.   Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) atau dengan nama daerah kita antara lain Makuto Rojo, Makuto Ratu, Obat Dewa, Pau (Obat Pusaka),  Crown of God, Boh Anggota Dewan, Simalakama (bahasa malayu), merupakan  tanaman asli asal Irian Jaya/Papua yang terkenal sebagai salah satu tanaman obat yang manjur untuk mengobati Hipertensi atau Tekanan darah Tinggi. Ia diberi nama Mahkota Dewa karena hasiat dan kemanjurannya bagai cerita Dewa2 yang dapat mengobati umatnya dengan sekejap. Berdasarkan hasil penelitian para akhli di IPB, buah ini manjur untuk mengobati Hipertensi karena mengandung beberapa zat aktif antara lain:  

MAHKOTA DEWA MENGANDUNG ZAT:
 
1. Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang menetralisir racun di dalam  tubuh.
2. Saponin, yang bermanfaat sebagai:
     - sumber anti bakteri dan anti virus
     - meningkatkan sistem kekebalan tubu
     - meningkatkan vitalitas
     - mengurangi kadar gula dalam darah
     - mengurangi penggumpalan darah
3. Flavonoid
    -  melancarkan peredaran darah 
    -  mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
    -  mengurangi kandungan kolesterol
    -  mengurangi penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah
    -  mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner
    -  mengandung antiinflamasi (antiradang)
    -  berfungsi sebagai anti-oksidan
    -  membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan dan bengkak
4.Polifenol
    - berfungsi sebagai anti histamin (antialergi)

selain untuk mengobati Hipertensi Buah Mahkota Dewa juga dapat untuk mengobati penyakit  Diabetes Mellitus, Kanker dan Tumor, Hepatitis, Rematik dan Asam urat, Jantung, dan menghilangkan rasa gatal. 

CARA PENGOBATAN HIPERTENSI

Manfaat tanaman obat Mahkota Dewa Untuk Hipertensi atau Obat Darah Tinggi:

1. Buah Mahkota Dewa diiris-iris kemudian keringkan, rebuslah 10  irisan buah tersebut dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, kemudian diminum pad pagi dan  petang hari, sampai tekanan darah teras normal kembali.

2. Irisan buah Mahkota Dewa yang kering sebanyak 5 iris, ditambah Daun sambiloto kering : 10 gram,  dan Daun pegagan kering : 15 gram,  kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meminum setengah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Bagian Lain Dari Pohon Mahkota Dewa

Daun Pohon Mahkota Dewa

Bagian daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignan). Masing-masing zat ini memiliki manfaat yang cukup baik. Misalnya alkaloid, zat ini memiliki efek detoksifikasi sehingga ampuh mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Sedangkan Saponin dikenal sebagai sumber anti-bakteri juga virus, mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh juga vitalitas, mampu mengurai kadar gula dalam darah dan mengurangi penggumpalan darah. Zat lainnya yakni polifenol memiliki fungsi sebagai anti-alergi.  Beragam kandungan daun mahkota dewa ini membuatnya ampuh melawan berbagai penyakit seperti eksim, lemah syahwat, disentri, alergi, tumor dan masih banyak lainnya. Namun, untuk masing-masing penyakit, resep penggunaan daun mahkota dewa juga berbeda-beda, bahkan kadang diperlukan tambahan bahan obat lainnya. 

HASIL PENELITIAN PARA AKHLI HERBAL
 
Khasiat mahkota dewa semakin diperkuat dengan adanya berbagai penelitian yang mendukung . Penelitian Dra Vivi Lisdawati Msi.Apt dari Akafarma Departemen Kesehatan RI menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Dra Vivi Lisdawati Msi.Apt menemukan suatu senyawa kimia dengan rumus molekul C10H20O6 dan struktur molekul 5 – [4 (4 metoksifenil)-tetrahydrofuro (3.4-c) furan-1-il]-benzene-1, 2.3-triol dalam ekstrak buah mahkota dewa. Senyawa ini adalah salah satu senyawa lignan yang telah dikenal sebagai senyawa anti kanker. Aktivitas antioksidan ekstrak buah juga diselidiki. Dengan larutan 2,2 – difenil-1-pikrilhidrazil di Uv.Vis spektofotometri, ternyata ekstrak buah mahkota dewa sebagai antioksidan yang potensial dengan nilai IC50 94,89-136,79 ppm.

Ini sejalan dengan hasil penelitian Dr Regina Sumastuti Sp dari FK Departemen Klinik Farmakologi , Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada. Buah dan ekstrak daun mahkota dewa mampu menghambat pertumbuhan sel kanker pada leher rahim. Buah dan daun juga potensial sebagai antihistamin sehingga dapat digunakan sebagai obat alergi. Untuk wanita berkhasiat mempercepat haid dan proses melahirkan karena merangsang kontraksi rahim dan otot rahim. Namun, untuk hamil muda, penggunaannya harus hati-hati karena bisa terjadi aborsi. Oleh karena itu, menurut Ir W.P. Winarto,  mahkota dewa masih merupakan obat dengan penggunaan yang ekstra sangat hati-hati, baik dosis maupun konsumsinya.

Dalam perannya sebagai obat, mahkota dewa merupakan produk herbal yang masih harus dikombinasikan dengan banyak tanaman obat herbal lain seperti teh hijau dan benalu teh, terutama untuk penyakit akut seperti kanker, lever, Hipertensi atau darah tinggi dan lain-lain. Mahkota dewa merupakan produk herbal sangat sangat baik untuk solusi pengobatan penyakit dan mengurangi ketergantungan pada obat-obat kimia. Itulah sedikit artikel tentang mahkota dewa merupakan produk herbal. 

Ada banyak bukti menunjukkan kemanjuran mahkota dewa dalam mengobati berbagai macam penyakit akut. Hal ini sering digunakan bersama dengan obat herbal lain untuk mengobati  Hipertensi, Diabetes, dan gangguan hati. Sebagai obat kanker, mahkota dewa terbukti sebagai ramuan yang sangat manjur. Kandungan dari teh mahkota dewa seperti tanin, terpenoid, flavonoid, alkaloid, dan saponin memiliki aktivitas anti kanker dan anti oksidan.


Efek Samping Daun Mahkota Dewa

Manfaat air rebusan daun mahkota dewa memang sangat baik, hanya saja Anda tetap harus berhati-hati sebab efek samping tetap ada. Meski tidak terlalu parah, namun diketahui bahwa air Daun Mahkota Dewa bisa menyebabkan kantuk juga mabuk. para pakar menyebutkan bahka efek tersebut masih dalam koridor normal. Hanya saja, jika efek ngantuk dan mabuk tersebut berlanjut, disarankan bagi Anda untuk memperbanyak konsumsi air putih dan menurunkan dosis air rebusan.

PERINGATAN

Makan buah Mahkota Dewa mentah sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan bengkak, memar, bahkan keracunan dan pingsan. Bagian Mahkota Dewa  yang paling beracun adalah bagian biji. Jika digigit, lidah akan mati rasa, kaku, dan menyebabkan demam.  Namun, penggunaan harus berhati-hati karena senyawa aktif dapat diserap ke dalam aliran darah. Bagi orang yang sensitif, hal itu dapat menyebabkan keracunan. Menurut dr Setiawan Dalimartha, dokter dan tabib tradisional, Mahkota Dewa telah digunakan sebagai obat eksim yang berkepanjangan. Namun, fungsi untuk pengobatan berbagai macam penyakit kronis masih belum bisa percaya. Hal ini karena kandungan racun dalam buah mahkota dewa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar